Tekankan Ranah Publikasi dan Riset Berkualitas, UNDIRA Gelar International General Lecture Interaktif Bersama Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS)
Jakarta, 31 Juli 2026 - Dalam rangka mengembangkan ranah riset dan publikasi penelitian berkualitas berskala internasional, Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) menyelenggarakan international general lecture dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), bertajuk “Publishing Excellence and Global Research Funding - A Roadmap to International Academic Success” pada Kamis, 30 Juli 2026.
Acara ini berlangsung secara hybrid di ruang Smart Classroom Universitas Dian Nusantara (UNDIRA). Kegiatan ini disambut dengan penuh antusiasme oleh 60 dosen UNDIRA yang hadir secara langsung untuk mengikuti kegiatan international lecture, sekaligus 180 peserta mahasiswa dan dosen yang hadir secara daring. International lecture kali ini turut menghadirkan 2 pakar akademisi Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) yang telah mempublikasikan berbagai jurnal berskala internasional Scopus; Assoc. Prof. Dr. Jumadil Saputra bin Aswin Ibrahim, selaku Coordinator Postgraduate Program UNIMAS dan Associate Prof. Dr. Rosita binti Hamdan, selaku Deputy Dean Postgraduate UNIMAS.
Mengawali International General Lecture, Wakil Rektor II UNDIRA Bidang Sumber Daya, Bapak Dwi Sapto Febriantaka, M.A., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, serta berharap sinergi antara UNDIRA dan UNIMAS dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing lulusan di tingkat global.
“International Lecture hari ini tentunya merupakan realisasi dari kerja sama antara UNDIRA dan UNIMAS. Diharapkan akan memajukan ilmu pengetahuan dan wawasan kita semua sekaligus memberikan dampak bagi hilirisasi keilmuan dan menyejahterakan masyarakat antarbangsa.” ujar Bapak Dwi Sapto Febriantaka
Berlanjut pada segmen pemaparan materi terkait esensi dari pengembangan penulisan dan riset, Assoc. Prof. Dr. Jumadil Saputra bin Aswin Ibrahim berkomentar bahwa dalam rekam jejaknya, beliau telah berhasil memublikasikan lebih dari 300 artikel pada jurnal internasional bereputasi. Beliau menekankan bahwa intisari publikasi adalah membagikan pengetahuan yang kita ketahui kepada banyak orang dan pada dasarnya semua ide publikasi sangatlah berharga, bahkan yang datang pada saat tidak terduga sekalipun dari fenomena di sekitar kita.
“Pandai di pentas, tak pandai di kertas dan sebaliknya, kan? Maka dari itu, untuk memulai penulisan, kita perlu mengidentifikasi masalah dahulu. Semua materi kita dapat peroleh dari berbagai sumber, bahkan skripsi mahasiswa pun dapat kita kembangkan menjadi sumber penelitian lebih lanjut. Ada pula alternatif lain di mana kita dapat menerbitkan riset bersama dengan mahasiswa setelah adanya perbaikan struktur penulisan beserta kontennya.” ujar beliau
Beliau juga mengemukakan bahwa meskipun ada bantuan AI dalam mendukung pembuatan riset dan publikasi, demi mengedepankan otentisitas dan juga kredibilitas, beliau juga menekankan bahwa penggunaan AI hanyalah sebagai alat untuk memberikan ikhtisar saja.
“Nonsense lah jikalau kita membuat publikasi tanpa membaca satu atau dua artikel dahulu, kita nak menghubungkan isu-isu relevan dengan penelitian sebelumnya guna menghasilkan publikasi terbarukan. Selebihnya, kita cukup menentukan sistematika publikasi jurnal kita melalui APC (Article Processing Charge) agar jurnal kita bebas dari copyright dan diterima agar dapat dilihat dan disitasi banyak akademisi lainnya.” lanjut beliau
Menyambung pemaparan sebelumnya, Associate Prof. Dr. Rosita binti Hamdan turut memperkenalkan kerangka “the mechanics of a self-sustaining research culture” yang terdiri atas tiga roda gigi yang saling berkaitan, yakni Human Capital (Networks & Mentorship), Capability (Training & Habits), serta Environment (Support & Recognition). Ketiganya, menurut beliau, tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus bergerak beriringan agar budaya riset di sebuah institusi dapat bertahan dan terus berkembang secara berkelanjutan.
Beliau menekankan bahwa Human Capital, yakni jejaring dan mentorship, menjadi fondasi utama yang menentukan sejauh mana sebuah riset dapat berjalan lancar. “Jalinan hubungan yang baik dengan mitra, baik sesama akademisi, universitas mitra, maupun pihak eksternal, itu bukan sekadar formalitas semata. Justru dari situlah lahir kepercayaan dan kolaborasi yang membuat riset kita jauh lebih mudah dijalankan, kerana kita tidak bekerja sendiri-sendiri,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Rosita menegaskan bahwa capability, yakni kebiasaan menulis dan berlatih secara konsisten, perlu dipupuk sebagai kebiasaan khusus (special habit), sementara ruang lingkup berupa dukungan dan pengakuan dari pihak universitas turut melibatkan peran pengelola kampus hingga para pihak terlibat dalam mendorong ekosistem dan literasi bersama yang sehat antarpihak.
Menutup International General Lecture kali ini, UNDIRA dan UNIMAS sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas, yang turut menandai babak baru sinergi kedua institusi dalam memperkuat ekosistem riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.


Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432