Otomasi Akuntansi dan Digitalisasi Perpajakan, Apa Dampaknya Pada Sirkulasi Pelaporan Keuangan? Simak Penjelasan Dosen UNDIRA Berikut
Perpajakan kini telah menjadi objek vital yang berperan dalam mengatur sirkulasi keuangan negara, melalui kewajiban kontributif yang wajib dipenuhi wajib pajak (baik dalam level individual maupun level institusional). Kendati demikian, dengan semakin pesatnya pertumbuhan industri, semakin ketat pula fokus yang harus dibebankan terhadap pengelolaan pajak melalui para akuntan.
Memasuki era digitalisasi, kini terlihat bahwa pengembangan sistem dan otomasi kian berhasil meringankan beban kerja para akuntan sekaligus pengarsipan data pelaporan pajak melalui pengembangan platform seperti CoreTax dengan memanfaatkan machine learning dan big data. Namun, apakah benar otomasi dan pemutakhiran AI dapat menjadi solusi utama bagi para akuntan?
Melalui segmen Dosen Bicara, salah satu dosen Program Studi Akuntansi Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Bapak Edy Suryadi, S.E., M.Ak., berpendapat bahwa keberadaan AI maupun tools sebanding merupakan cara bagi seorang akuntan maupun wajib pajak untuk mempersingkat siklus proses pencatatan laporan keuangan.
Selebihnya, Bapak Edy Suryadi, S.E., M.Ak., juga menegaskan bahwa kehadiran digitalisasi perpajakan juga membawa dampak baik terutama dalam menunjang aspek keterbukaan, transparansi, serta mampu meningkatkan kecepatan hilirisasi informasi kepada para wajib pajak. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa dengan adanya digitalisasi tersebut, kejadian human error dapat ditekan secara signifikan pada saat input data.
“Kehadiran AI dan digitalisasi mampu memudahkan kinerja perpajakan dan akuntansi. Namun, kita juga perlu menguasai ilmu dasar, agar data yang dihasilkan kredibel dan akurat.” ujar beliau
Kendati demikian, Bapak Edy Suryadi juga menggarisbawahi bahwasanya AI pada dasarnya tetap merupakan tools semata dan kendali penuh justru masih tetap di tangan user. AI tidak dapat menganalisis semua jika proses input data yang dilakukan akuntan tidak lengkap. Beliau melanjutkan bahwa meskipun otomasi memudahkan proses kerja akuntan, demi menjaga sirkulasi pelaporan keuangan, tetap diperlukan sebuah bukti Certificate Accounting (CA) sebagai lanjutan pula dari langkah penjaminan mutu perusahaan.
"Kalau datanya tidak akurat, maka output yang dihasilkan AI pun tetap tidak akurat. AI pada dasarnya hanya berfungsi sebagai alat bantu, dan ia tidak dapat mengidentifikasi masalah jika operatornya sendiri tidak dapat mengidentifikasi masalah. Jadi, ketika kita menggunakan AI maupun alat otomasi lainnya untuk mempersingkat siklus pelaporan keuangan, penggunaan AI dalam perpajakan tetap harus dilakukan bersama seorang akuntan kompeten, agar pada bagian tax compliance terlihat jelas berapa kewajiban pajak dan kelengkapan data yang kurang jelas yang harus dilengkapi." tutup beliau
Sumber Referensi:
Dosen Bicara - Bapak Edy Suryadi Part 1
Dosen Bicara - Bapak edy Suryadi Part 2
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432