html hit counter Menyalakan Semangat Hijrah, Membangun Perubahan, Menyongsong Masa Depan Di Tengah Disrupsi Masa Kini - Universitas Dian Nusantara

Menyalakan Semangat Hijrah, Membangun Perubahan, Menyongsong Masa Depan Di Tengah Disrupsi Masa Kini

Dilihat : 203
15 Juni 2026

Tidak terasa, sesaat lagi umat Muslim di seluruh dunia akan memasuki babak baru dalam kehidupan mereka. Tahun Baru Hijriah 1448 H akan tiba pada 16 Juni 2026, membawa serta semarak peringatan dan renungan yang kembali mengajak kita untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan memandang ke depan dengan lebih jernih.

Tahun Baru Hijriah atau yang lebih dikenal dengan istilah Tahun Baru Islam—secara historis menandai pergantian tahun setelah bulan Dzulhijah dalam kalender Hijriah. Lebih dari sekadar pergantian angka, momen ini senantiasa dikaitkan dengan peristiwa agung dalam sejarah Islam: perjalanan bersejarah Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah menuju Madinah pada tahun 622 M, yang kemudian diabadikan sebagai titik awal penghitungan kalender Hijriah. 

Terlepas dari rekaman historis yang selalu kita pelajari dan makna formalnya sebagai penanda pergantian waktu, Tahun Baru Hijriah juga turut mengingatkan kita pada esensi yang jauh lebih dalam: perbaikan diri, evaluasi perjalanan hidup, dan keberanian untuk berubah.

Hijrah, dalam maknanya yang sesungguhnya, bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Ia adalah perpindahan niat, perpindahan cara pandang, dan perpindahan keberanian dari yang lama menuju yang lebih baik. Dalam konteks kehidupan modern yang terus bergerak dengan kecepatan luar biasa, semangat hijrah justru semakin relevan untuk melihat berbagai perspektif sehingga kita dapat menemukan nilai-nilai terbarukan.

Makna perjalanan hijrah juga tertuang dalam surah Al-Ankabut ayat 20, dengan inti sari yang menjelaskan betapa pentingnya perjalanan untuk membuka mata dan wawasan kita;

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْاٰخِرَةَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  

Qul sīrū fil-arḍi fanẓurū kaifa bada'al-khalqa ṡummallāhu yunshi'un-nash'atal-ākhirah, innallāha ‘alā kulli shai'in qadīr.

Di tengah derasnya arus perubahan yang bergulir tanpa henti, disertai disrupsi yang mengintai di berbagai lini kehidupan, berbagai hambatan atau setback akan selalu hadir menyertai langkah kita. Namun, perlu dipahami bahwa sesungguhnya keberadaan hambatan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan sesuatu yang perlu dihadapi.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW meninggalkan zona nyaman Makkah demi menapaki babak baru di Madinah, kita pun dituntut untuk berani melangkah keluar dari kebiasaan lama yang membatasi. 

Tentu saja, di balik setiap rintangan selalu hadir ketidakyakinan. Keraguan untuk melangkah maju adalah perasaan yang sangat manusiawi. Namun di saat yang sama, jika kita menginginkan sesuatu dengan sepenuh hati, maka yakinlah selama kita masih memiliki niat yang tulus untuk melangkah, di bawah langit dan di atas permukaan bumi ini, niscaya Allah SWT akan membuka peluang dan menunjukkan jalan terbaik bagi kita. Bukan karena hambatan itu serta-merta lenyap, tetapi karena kita telah siap untuk melewatinya.

Keberanian untuk menentukan dan menjalankan hal positif memang bukan sesuatu yang datang dengan mudah. Keberanian untuk jujur pada diri sendiri, keberanian untuk meninggalkan yang nyaman demi yang benar, keberanian untuk terus melangkah bahkan ketika jalan ke depan belum sepenuhnya terlihat.

Maka, di momen pergantian tahun ini, mari jadikan Tahun Baru Hijriah 1448 H sebagai pengingat yang bermakna untuk menyalakan kembali semangat hijrah dalam diri kita masing-masing untuk berani berubah, mengubah, dan mengarahkan diri dan sekeliling menuju hilir sungai yang lebih baik. 

Semangat untuk berubah, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Karena perubahan sejati tidak pernah menunggu waktu yang sempurna. Ia dimulai dari niat yang kuat, diperkuat oleh langkah pertama yang berani, dan disempurnakan oleh ketekunan yang tak pernah padam.

Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H. Semoga tahun ini menjadi awal dari perubahan terbaik dalam hidup kita semua.

Sumber Referensi:

Tahun Baru Islam 2026: Makna Mendalam di Balik Pergantian Tahun Hijriah - Baznaz Official Website

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

Kampus Cibubur Kranggan Raya

Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432